Showing posts with label basalt. Show all posts
Showing posts with label basalt. Show all posts

Wednesday, 10 June 2009

Kuliah Lapangan di Karangsambung (day 5)

Karangsambung, day-5
10 Juni 2009

Hari kelima dari 12 hari disini, cuaca sangat cerah dengan sinar matahari bersinar sangat teriknya. Seperti biasa, kami berkumpul di ruang makan jam 6.30 untuk sarapan. Menu kali ini adalah nasi uduk, dengan krupuk, sambel, dan timun.
Jam 07.30 kami mulai berkumpul di gerbang depan untuk persiapan berangkat ke lapangan. Karena ada Pak Sani, maka kami diajak bersenam dahulu sebelum berangkat
Kegiatan hari ini adalah memetakan daerah yang sudah ditentukan. Maksud dari memetakan adalah membuat peta geologi, dengan mengamati lithologi, struktur, dan mencari kontak2nya. Kegiayan seperti ini akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan. Karena wilayah yang dipetakan cukup luas, maka kamu dibagi menjadi 4 kelompok besar dengan pemandu dan asisten masing2.
Saya kebetulan berada di kelompok 1 dengan pemandu Pak Sani, Pak Sani ini orangnya suka berjalan dengan cepat dan sangat lincah, jadinya kami cukup kewalahan mengikuti langkahnya, hasil didikan Jepang kali yaa….
Rute awal adalah menyusuri sungai Jeblug, disini kami mendapati batuan lempung yang memiliki struktur berlapis-lapis dengan strike N 270 E. Disini juga didaati efek bakar pada batuan lempung yang menandakan bahwa betu lempung ini pernah terlewati oleh lave. Semakin berjalan menyusuri hilu didapati batuan beku diabas di lereng gunung Parang dan kontaknya dengan batu lempung sebelumnya. Disitu juga terlihat struktur seperti slicken slide dan patahan yang menunjukkan adanya sesar.
Kami kemudian naik menaiki gunung Parang, disini yang kami lihat adalah batuan beku diabas, serta beberapa yang sudah terbreksiasi. Batuan diabas ini merupakan intrusi dan berbentuk hexagonal columnar joints.
Kemudian kami mengitari gunung Parang dan kemudian turun menyusuri sungai Mandala. Disini didapati batuan beku basalt yang sudah terbreksiasi juga. Banyak didapati Gash dan Shear Fractures disana-sini. Dibagian bawah kami menemukan kontak antara batuan basalt dan lempung.
Setelah menyusuri Kali Mandala hingga bertemu dengan kali Lok Ulo, kami istirahat sejenak untuk makan siang karena sudah jam 12. Sejam kemudian kami melanjutkan perjalanan menyusuri Kali lok Ulo. Disini didapati sevara berturut-turut ke utara lithologi sebagai berikut:
1. Rijang, berwarna merah
2. Breksi, berwarna hitam
3. Basalt yang terbreksiasi dan berwarna hitam.
4. Phillites dengan kilau mika
5. schist dengan kilau mika
6. Meta sedimen pasir
7. Boudin kecil berisi kuarsa.

Jam sudah menunjukkan jam 15.00, maka kami kembali ke asrama. Sesampainya langsung mandi, cuci2, sholat, dan mengerjakan tugas.
Jam 18.30 kembali kumpul untuk makan malam. Kali ini kedatangan dosen lagi, yaitu bu Santi dan bu Ningsih. Jam 19.30 dilanjutkan dengan kuliah oleh Pak Sani tentang pemetaan yang baik.
Jam 20.30 kuliah selesai dan dilanjutkan dengan berdikusi membuat peta dari data yang diambil tadi hingga jam 22.00, setelah itu istirahat malam.

Sunday, 7 June 2009

Kuliah Lapangan di Karangsambung (day 2)

Karangsambung, day-2
7 Juni 2009

Hari ini adalah hari kedua dari 12 hari di Karangsambung. Hari ini fullday di lapangan. Kegiatan dimulai pukul 04.45 untuk bangun tidur, dilanjutkan dengan mandi, dan sholat subuh.
Jam 06.30 semua sudah berkumpul di ruang makan, untuk sarapan. Menu kali ini adalah telur dan mie goreng. Makan selesai jam 07.15 dan langsung menuju gerbang untuk melaksanakan materi awal, yaitu penjelasan tentang penggunaan kompas dan pembacaan peta kontur.
Jam 08.00 mulai dilanjutkan perjalanan mengamati singkapan batuan.
Pos I : adalah singkapan batuan beku diabas di Gunung Parang. Singkapan ini merupakan intrusi bakuan beku yang berbentuk kekar kolom.
Pos II : adalah singkapan batuan basalt di dasar sungai/kali Mandala, yang diselingi batuan lempung di bawah. Batuan basalt ini mengalami breksiasi yang kemungkinan diakibatkan oleh adanya sesar.
Pos III: adalah singkapan batuan lempung di dasar sungai / kali Jebluk. Di sini, terlihat adanya perlipatan kecil (micro fold) pada batuan lempung karena daerah tersebut merupakan daerah utama sesar. Sedikit naik ke atas, akan dijumpai batuan lempung yang berwarna merah, yang merupakan efek bakar akibat adanya kontak antara batuan lempung dan batuan beku diabas di gunung Parang yang saat itu masih berupa lava.
Pos IV: adalah singkapan batuan gamping di dekat kampus Karangsambung yang berumur Eocene dan didapati fosil binatang.
Selesai ke pos IV,, jam sudah menunjukkan jam 12.30 dan akhirnya kami makan siang sampai jam 13.10. Setelah jam 13.10 dilanjutkan lagi ke pos selanjutnya. Tidak ada waktu untuk sholat Dhuhur.
Pos V: adalah Gunung Warusambung yang lokasinya cukup jauh dan harus menanjak cukup tinggi. Disini didapati singkapan batuan Rijang dan Gamping yang berselang-seling yang sudah terdeformasi sehingga perlapisannya horizontal. Batu Rijang dan Gamping ini merupakan batuan yang terendapkan dan terbentuk di dasar laut/samudera di kedalaman sekitar 4000 meter di Mid Oceanic Ridge, yang akhirnya ter-uplift disini karena proses tektonik. Dari sini juga bisa melihat daerah Karangsambung secara keseluruhan sehingga bisa membuat sketsa daerah secara lengkap. Disini bisa terlihat wilayah karangsambung yang berupa sinklin dan antiklin.
Jam 15.30 sudah mulai turun hujan, akhirnya kami kembali ke asrama.
Jam 16.30 sampai di asrama, mandi, sholat, cuci-cuci pakaian yang kotor berat akibat ke lapangan tadi. Tak terasa sudah jam 18.00, akhirnya dilanjutkan dengan sholat Maghrib.
Jam 18.30 ke ruang makan, dengan terlebih dulu nge-tag kursi untuk kuliah nanti, karena kalau todak, maka akan dapat kursi yang paling belakang sehingga tidak bisa mendengarkan kuliah dengan jelas.
Jam 18.40 makan malam dimulai, menu kali ini adalah nasi, sayur lodeh, ikan lele, dan telur.
Jam 19.15 makan malam selesai, dilanjutkan dengan kuliah malam hari. Kali ini adalah kuliah dari Pak Sukendar Asikin tentang geologi Karangsambung. Ternyata kuliah ini cukup menyenangkan karena benar-benar menjelaskan geologi daerah ini dan menjelaskan proses terbentuknya. Dari kuliah ini baru saya tahu bahwa pulau Jawa pada dulunya terpisah dengan daerah Jawa Timur bagian selatan dan timur merupakan pulau yang terpisah, dan akhirnya bertemu/bertabrakan dengan pulau Sunda purba (tempat wilayah pulau jawa lainnya) dan menyebabkan adanya daerah kolisi dengan struktur geologi yang cukup kompleks. Hal ini bisa menjelaskan terbentuknya pegunungan kapur di Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian utara.
Jam 21.00 kuliah selesai dan dilanjutkan kuis sebentar, kemudian dilanjutkan dengan coffee dan snack time.
Jam 20.00 kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat dan persiapan kegiatan besok pagi hari lagi.