Sejak tanggal 1 Januari 2009 sampai 31 Desember 2010 ada peraturan baru tentang kebijakan pajak Fiskal Luar Negeri. Sebelumnya semua warga negara Indonesia yang akan berangkat ke luar negeri diwajibkan membayar pajak fiskal luar negeri sebesar Rp 1 juta rupiah apabila menggunakan pesawat udara, dan Rp 500 ribu apabila menggunakan kapal laut.
Peraturan yang baru mengharuskan warga membayar Rp 2,5 juta apabila menggunakan pesawat udara dan Rp 1 juta apabila menggunakan kapal laut. Tetapi pengecualian diberlakukan bagi warga negara yang sudah memiliki NPWP (Nomor Poko Wajib Pajak) dan istri, dan anak-anak kepala keluarga yang memiliki NPWP, mereka dibebaskan dari membayar pajak fiskal luar negeri. Adapun tatacaranya agar mendapat free fiscal adalah sebagai berikut (klik gambar untuk memperbesar):
Peraturan ini berlaku sampai akhir tahun 2010. Pada tahun 2011 semua warga negara akan dibebaskan dari pajak fiskal luar negeri.
Duh senengnya, sekarang banyak tambah lagi pesawat komersil yang terbang ke bandara Abdulrachman Saleh, Malang (WARA/MLG).
Mulai 19 Desember 2008 besok, Batavia Air terbang langsung dari Jakarta(CGK) ke Malang sekali sehari, berangkat dari Jakarta jam 09.40 pagi. Yang menyenangkan lagi, harganya gak mahal-mahal amat, di kelas Whiskey harganya sekitar Rp 345.000. Mereka rencananya pake pesawat 737-200
Mulai 16 Januari 2009, Garuda Indonesia terbang langsung juga dari Jakarta(CGK), sepertinya sih dua kali sehari, dengan harga standar garuda yang cukup mahal itu, tapi sebanding lah dengan service garuda itu. Rencana pake pesawat 737-300.
Kalau yang sudah ada sih, Sriwijaya Air terbang dari Jakarta 2 kali sehari, dengan harga sekitar 600 ribu ke atas. Pokoknya saya gak pernah dapat murah di Sriwijaya Air. Pesawat yang dipake 737-200.
Dulu Mandala Air pernah terbang ke Malang sih pake 737-200nya, tapi sekarang udah gak lagi. Gak tau kapan mau dibuka lagi rute ini.
Yang jelas sekarang langit Malang jadi lebih rame, hehehe. Dan pilihan maskapai buat terbang keana jadi banyak. Duh senangnya...
update 7 feb 08 : Penerbangan Batavia ke Malang rupanya belum mendapat ijin dari otoritas bandara Malang, sehingga rute ini dibatalkan oleh Batavia setelah sempat membawa penumpang ke Malang 1 kali (yang katanya, menurut sumber yg blom bisa dikonfirmasi) secara ilegal, dan akhirnya terbang kembali ke Jakarta tanpa penumpang karena belum mendapat ijin tersebut.
Allahu Akbar…. Allahu Akbar…. Allahu Akbar… wa lilllahilhamdu
Selamat hari Raya Idul Adha 1429 H.
Tahun 2008 ini, Idhul Adha bertepatan dengan hari Senin tanggal 8 Desember 2008. Saya jadi seneng, karena dapat libur 3 hari, hehehe, it’s a long weekend. Seperti tahun kemarin, tahun ini saya menghabiskan lebaran Idul Adha di Bandung, karena tidak memungkinkan untuk pulang. Padahal saya pengen pulang supaya bisa makan daging, huhuhu. Oh ya, Alhamdulillah tahun ini keluarga saya bisa berkurban seekor kambing, setelah 15 tahun tidak bisa. Pokoknya terakhir kali bisa berkurban pas saya masih SD sepertinya.
Pagi ini saya bangun telat (seperti biasa) jam 5.30. Matahari sudah terbit, saya langsung wudhu dan sholat Shubuh. Setelah itu langsung mandi dan berangkat sholat Idul Adha. Sholat kali ini dilaksanakan di areal parker pusdiklat geologi seperti tahun kemarin. Terima kasih kepada pihak-pihak di pusdiklat geologi.
Sholat dimulai jam 6.35an, dan dilanjutkan dengan kutbah. Karena Idul Adha, tema kutbahnya tentu tentang berkorban. Ada yang cukup terngiang di kepala saya kalimat dari khotib:
“Kalau orang lebih mementingkan urusan duniawi daripada akhirat, maka Allah akan member mereka 4 hal:
1.Kebingungan yang terus menerus
2.Kesibukan yang tiada akhir
3.Kebutuhan yang tidak pernah bisa terpenuhi
4.Angan2 atau cita2 yang tidak pernah tercapai
“
Selesai sholat, anak2 asrama BG foto bersama:
Yang special dari Idul Adha tahun ini adalah, BG memotong 2 kambing. Thanks to Novel yang telah mengurusi segala hal tentang 2 kambing itu.